Langsung ke konten utama

Teruntuk Aku


Kamu telah memasuki fase dimana semua serba di perhitungkan.
Langkah mu.
Keputusan mu.
Sikap mu.
Kebiasaan mu.

Kamu telah memasuki fase dimana hidup mu bukan hanya milik mu.
Banyak orang di belakang mu yang menaruh harap dan angan di pundak mu.
Banyak orang di belakang mu yang melakukan pengorbanan atas diri mu.

Kamu telah memasuki fase dimana kesedihan dan kegagalan menjadi hal yang biasa dalam hidup mu.
Semua dapat di kendalikan saat kamu malakukan sesuatu dengan usaha dan pengorbanan.

Banyak hal yang tidak dapat kamu ekspetasi akan apa yang ada dalam hidup mu kelak.
Tak ada yang tahu.
Sungguh.

Harapan dan usaha saat ini menjadi petunjuk jalan kehidupan mu.
Waktu yang semakin sempit.
Manusia yang semakin inovatif.
Teknologi yang semakin berkembang.
Zaman yang berubah-ubah.
Dan . . .

Dunia yang sudah menunjukan keringkihannya.

Komentar

  1. Line 7-8 terllu berat untuk dibaca. Its pretty thought sist. Thank you :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Tumbuh dan Berkembang

Pengendalian diri saya terbatas waktu. Saya berjalan cepat, lalu berlari, sampai melompat.  Tak ada ruang untuk beristirahat.  Saya tengok ke belakang.  Waktu semakin mengejar teramat sangat.  Saya pandang arah depan.  Para pendahulu arah nya semakin tak terlihat.  Ingin saya hembuskan nafas sejenak.  Tapi malam semakin pekat. Rehat.  Saya diam sejenak.  Terhimpit pekat nya kabut dengan angin menghapus jejak. Terdiam saya termenung.  Apa yang ingin saya dapat? Apakah menjadi yang ‘pertama’ saya tidak terkalahkan? Apakah ‘terlambat’ menandakan saya tak punya kesempatan? Apakah saya ‘harus benar’ tidak boleh ada kegagalan? ‘cepat’  ‘waktu mu habis’  ‘orang lain sudah bekerja’  ‘orang lain sudah menikah’  ‘orang lain sudah lulus’  ‘orang lain sudah sukses’ Tersadar.  Saya terbelenggu dengan pencapaiaan seseorang.  Sampai ‘duluan’ menjadi konse...

2020 - You are too much /It's all about us/

Tak terkira sepanjang tahun 2020 begitu berlebihan dalam segala hal entah peristiwa atau perasaan. Kita merasa melakukan banyak hal tapi belum nyata memberikan hasil.  Kita merasa memikirkan begitu banyak hal tapi belum kunjung menyelesaikan sesuatu.  Kita merasa sudah berusaha bangkit tapi belum kunjung bergairah untuk berjalan atau berlari.  Kita merasa begitu kuat tapi belum membuat pribadi lebih baik dalam menghadapi persoalan. Tahun 2020 begitu banyak menguras batin. Ada janji yang tak dapat di tepati, ada temu yang tak kunjung terjadi, ada target yang tak terpenuhi, ada kehilangan yang terus menyayat hati, tetapi akan selalu ada harapan yang tak pernah hilang sampai kapanpun dalam keadaan apapun. Kita semua tahu bahwa apa yang menjadikan ‘berarti’ bukan hanya tujuan yang ditetapkan tetapi perjalanan sampai akhir yang harus di lalui. Ketika kita tetap tegak berjalan walaupun setiap rintangan mengahadang menghalangi langkah.  Sometimes you have to stop being scar...

Gagal? Tidak, Perjuangan Baru Dimulai

Tidak memungkiri semua orang takut akan suatu kegagalan. Ada yang bangkit setelah mengalami kegagalan. Ada yang menyerah setelah mengalami kegagalan. Ada yang berhenti sebentar baru mulai bangkit lagi. Semua orang punya cara berbeda-beda menghadapi suatu kegagalan. Termasuk saya. 28 Januari 2020 adalah hari yang paling membahagiakan di awal tahun yang jadi pembangkit semangat dan mengambil langkah nyata sebagai bentuk perubahan. Hal yang patut di syukuri dan berterima kasih kepada diri ini yang sangat amat sulit memotivasi diri untuk mencari sesuatu di luar sana yang lebih bermanfaat. Jadi, awal Januari itu saya diterima menjadi salah satu dari sekian banyak pendaftar menjadi delegasi untuk mengikuti konferensi terbesar di Asia yaitu Asian World Model United Nations batch IV di Bali untuk keberangkatan Juli 2020. Wah, waktu itu rasanya super excited dan bahagia banget. Kebetulan bulan Januari-Februari itu waktu sedang Magang 3 di salah satu SMA di Bogor. Inget banget waktu itu ...