Langsung ke konten utama

Perkenalkan Saya Adalah ...




Saya ini nyata teman-teman. Bukan ilusi apalagi fatamorgana. Saya berjenis kelamin perempuan dan tinggal di kota hujan. Saya lahir pada saat kerusuhan tahun 19, zamannya orde baru yang sering di jadikan meme bahwa angkatan tahun tersebut adalah tahun yang sering menjadi kelinci percobaan. Saya ingin-nya misterius gitu dengan nama pena dan tidak mencantumkan nama pribadi. Tapi kayanya tidak akan bertahan lama saya misterius, ya lama kelamaan juga tahu siapa saya.

Tujuan saya menulis dengan nama pena adalah agar saya terus percaya diri karena sesungguhnya saya tidak sepercaya diri itu untuk menulis. Dan hal lain nya adalah saya menjadikan tulisan saya sebagai reminder dan motivasi untuk saya pribadi untuk semua apapun yang sudah saya lakukan sampai sejauh ini. Tambah syukur lagi apabila apa yang saya tulis menjadi motivasi untuk yang membaca, saya akan lebih bahagia lagi..

Saya ini hobi nulis tapi belum hobi baca. Bukan saya tidak suka baca. Saya suka sekali baca tapi tidak sampai baca setiap hari mengkoleksi banyak buku dengan penulis terkenal. Koleksi buku saya lumayan banyak, lumayan banyak yang belum dibaca haha. Apalagi baca buku dari platform online kalau ini setiap hari, jika bisa kirim sticker enjoy duduk santai sambil kipasan saya kirim di sini, sayangnya tidak bisa.

Saya punya prinsip bahwa saya harus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk saya pribadi dan orang lain. Saya harus menjadi bermanfaat untuk orang lain. Saya ini planner, visioner, perfectionist, overthinking, kritis, analisis, is is semua saya borong apalagi? Orang nya kaya serius banget kan? Tidak sama sekali. Untuk orang yang kenal saya pasti tahu saya itu orang nya ga jelas apalagi humornya, selera humor nya tinggi kadang rendah juga tergantung situasi. Untuk yang tidak kenal saya? Pasti bilang nya saya cuek, pendiam, lugu, polos. (yang kenal saya pasti muntah nih). Ini lah saya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya punya dan saya bangga menjadi saya (mulai gak jelas).
Tahun ini saya masih mahasiswi tingkat akhir, akhir nya sampai kapan, ya tidak tahu sampai kapan, terombang-ambing saya ini teman-teman.

Saya ini punya keinginan untuk bisa kuliah di luar negeri, Australia tepatnya dan dengan beasiswa. Maka dari itu saya sedang mengusahakan. Usahanya apa? Saya simpan dan mengumpulkan buku dan lembaran informasi universitas di luar negeri dan beasiswa di samping bantal tidur. Setiap hari saya buka kok, di siapkan kan di simpan di atas meja belajar. Di baca? Tidak. Hmmm itulah saya teman-teman. Keinginan dan mimpi saya itu tinggi sekali. Hanya usaha yang saya lakukan itu tidak mempuni dan tidak ampun-ampunan sampai titik darah penghabisan, tergantung situasi dan kondisi. Saya juga tidak mengerti dengan diri saya yang satu ini. Jika sedang agak ‘waras’ saya bisa sampai mengerjakan sesuatu dengan segala effort yang saya punya sampai habis di ujung batas, tapi ketika saya malas ngapa-ngapain. Sudah. Saya merasa jadi manusia tidak berguna dan sedang perang dunia ke-5 (perang dunia ke-4 aja belum bambang-eh jangan sampai ada perang dunia lanjutan). Ya dunia saya. Antara pikiran, hati dan tubuh berperang satu sama lain. Ya begitu lah ada hal yang tidak bisa di ekspresikan dengan kata-kata.

Saya tidak suka dengan lingkup politik apapun itu tapi saya pernah bermimpi dan tertarik untuk menjadi pejabat pemerintahan. Tapiiii saya tidak berkeinginan untuk bergabung dengan berbagai jenis partai politik apapun yang membuat saya harus bergantung. Saya berfikir bahwa saya tidak melihat yang memiliki integritas atau saya belum melihat. Saya tidak tahu, karena pada kenyataannya politik itu gelap dan hitam. Entah. Itu hanya pikiran liar saya.

Terakhir perkenalan saya. Saya suka sekali dengan lingkup organisasi apapun itu. Saya pernah bergabung dengan organisasi kampus beberapa tahun dan eksternal kampus tapi yayasan seperti International Humanity Foundation, Terminal Hujan, We No Waste tidak banyak tapi membuat saya menjadi seperti saya yang hari ini dan saya berterima kasih sekali kepada mereka.

Cukup ya. Terima kasih. Salam.

Edit : Sepertinya saya harus baca ulang semua tulisan di blog termasuk perkenalan ini. Intinya saya berubah. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Tumbuh dan Berkembang

Pengendalian diri saya terbatas waktu. Saya berjalan cepat, lalu berlari, sampai melompat.  Tak ada ruang untuk beristirahat.  Saya tengok ke belakang.  Waktu semakin mengejar teramat sangat.  Saya pandang arah depan.  Para pendahulu arah nya semakin tak terlihat.  Ingin saya hembuskan nafas sejenak.  Tapi malam semakin pekat. Rehat.  Saya diam sejenak.  Terhimpit pekat nya kabut dengan angin menghapus jejak. Terdiam saya termenung.  Apa yang ingin saya dapat? Apakah menjadi yang ‘pertama’ saya tidak terkalahkan? Apakah ‘terlambat’ menandakan saya tak punya kesempatan? Apakah saya ‘harus benar’ tidak boleh ada kegagalan? ‘cepat’  ‘waktu mu habis’  ‘orang lain sudah bekerja’  ‘orang lain sudah menikah’  ‘orang lain sudah lulus’  ‘orang lain sudah sukses’ Tersadar.  Saya terbelenggu dengan pencapaiaan seseorang.  Sampai ‘duluan’ menjadi konse...

2020 - You are too much /It's all about us/

Tak terkira sepanjang tahun 2020 begitu berlebihan dalam segala hal entah peristiwa atau perasaan. Kita merasa melakukan banyak hal tapi belum nyata memberikan hasil.  Kita merasa memikirkan begitu banyak hal tapi belum kunjung menyelesaikan sesuatu.  Kita merasa sudah berusaha bangkit tapi belum kunjung bergairah untuk berjalan atau berlari.  Kita merasa begitu kuat tapi belum membuat pribadi lebih baik dalam menghadapi persoalan. Tahun 2020 begitu banyak menguras batin. Ada janji yang tak dapat di tepati, ada temu yang tak kunjung terjadi, ada target yang tak terpenuhi, ada kehilangan yang terus menyayat hati, tetapi akan selalu ada harapan yang tak pernah hilang sampai kapanpun dalam keadaan apapun. Kita semua tahu bahwa apa yang menjadikan ‘berarti’ bukan hanya tujuan yang ditetapkan tetapi perjalanan sampai akhir yang harus di lalui. Ketika kita tetap tegak berjalan walaupun setiap rintangan mengahadang menghalangi langkah.  Sometimes you have to stop being scar...

Gagal? Tidak, Perjuangan Baru Dimulai

Tidak memungkiri semua orang takut akan suatu kegagalan. Ada yang bangkit setelah mengalami kegagalan. Ada yang menyerah setelah mengalami kegagalan. Ada yang berhenti sebentar baru mulai bangkit lagi. Semua orang punya cara berbeda-beda menghadapi suatu kegagalan. Termasuk saya. 28 Januari 2020 adalah hari yang paling membahagiakan di awal tahun yang jadi pembangkit semangat dan mengambil langkah nyata sebagai bentuk perubahan. Hal yang patut di syukuri dan berterima kasih kepada diri ini yang sangat amat sulit memotivasi diri untuk mencari sesuatu di luar sana yang lebih bermanfaat. Jadi, awal Januari itu saya diterima menjadi salah satu dari sekian banyak pendaftar menjadi delegasi untuk mengikuti konferensi terbesar di Asia yaitu Asian World Model United Nations batch IV di Bali untuk keberangkatan Juli 2020. Wah, waktu itu rasanya super excited dan bahagia banget. Kebetulan bulan Januari-Februari itu waktu sedang Magang 3 di salah satu SMA di Bogor. Inget banget waktu itu ...